Sabtu, 01 Oktober 2016

300 Calon Programmer dari Tangerang

Nama saya Ady Rahmat MA, atau biasa dipanggil ngurajeka.

18 September yang lalu saya di undang untuk membawakan sebuah materi tentang Python di sebuah acara seminar yang bertema "Future Programming Language".

Awal mulanya salah seorang teman dari Python-ID untuk menanyakan kesiapan waktu untuk membawa materi di tanggal 18 september kemarin di Tangerang. Dan sehubungan karena waktu itu memang sedang tidak ada kerjaan akhirnya saya menyanggupi ajakan tersebut.

Sampai dengan satu hari sebelum acara seminar saya masih belum tahu tentang siapa dan seberapa banyak peserta di acara seminar tersebut. Dan karena itulah, akhirnya slide presentasi yang saya buatpun hanya terdiri dari 11 halaman sederhana yang membahas Perkenalan tentang Python. Dan sisanya saya siapkan demonstrasi sederhana menggunakan Python Shell dan satu buah aplikasi web sederhana yang saya bangun menggunakan Flask (Micro Framework) satu hari sebelum acara dimulai.

Kagetnya saya sesaat pihak penyelenggara menyatakan bahwa peserta nantinya adalah mahasiswa-mahasiswi yang kemungkinan lebih dari 300 orang. Tentu saja, hal tersebut membuat saya kagum, heran, dan kebingungan.

Kebingungan pertama saya adalah, apakah materi yang akan saya bawakan besok dapat diserap oleh peserta sebanyak itu. Selain itu saya juga sempat khawatir karena tidak memiliki banyak persiapan.

Di hari H, saya mendapatkan sesi ketiga yaitu pada siang hari sekitar jam 1 siang. Sesi pertama dan kedua membahas tentang Go dan IoT.

Untung saja materi yang saya bawakan tidak begitu berat dan lebih banyak ke demonstrasi. Bisa dikatakan sesi saya menyampaikan slide hanyalah 25% dari waktu secara keseluruhan yang saya gunakan di acara tersebut. Ada banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya masih dasar baik itu dari sisi Pemrograman secara general ataupun Python itu sendiri.

Dari sekian banyak penanya, terdapat beberapa orang yang ternyata sudah mulai mengenal tentang pengembangan aplikasi berbasis web. Namun bisa dikategorikan banyak dari peserta yang bahkan masih belum terlalu mengerti tentang Pemrograman secara general padahal "katanya" mereka hampir semuanya adalah Mahasiswi jurusan IT. Ada satu orang mahasiswi yang waktu itu sempat membuat saya merasa tertarik, dia adalah seorang mahiswi semester satu dan menanyakan tentang tipe data di Python.

Saya melihat ada banyak sekali potensi dari mereka untuk berkembang dan mudah-mudahan saja mereka memiliki kesempatan untuk mengeksplore kemampuan mereka. Tapi di sisi lain saya menjadi teringat bahwa sepertinya Python-ID harus lebih sering lagi mengadakan kegiatan yang melibatkan para mahasiswa-mahasiswi untuk ikut serta. Mereka tentu saja membutuhkan banyak arahan, masukan bahkan percontohan dari orang-orang yang telah menggunakan Python cukup lama atau bahkan orang-orang yang telah memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak.

Melihat dari statistik Kopdar Python-ID yang biasanya di hadiri oleh kebanyakan developer yang sudah matang-matang, Python-ID juga perlu bergerak untuk menjamah mereka yang masih duduk di bangku perkuliahan. Menjamah dan memberikan motivasi untuk memulai atau bahkan mempelajari lebih dalam lagi.

Pada akhir seminar, salah satu host dari acara tersebut menanyakan apakah saya punya pertanyaan kepada para peserta. Pertanyaan saya:

"Kapan kalian mau mulai belajar Python?" - seketika ada seorang mahasiswi yang menjawab "Sekarang"!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar