Senin, 23 September 2013

Isman Firmansyah: Cerita dari PyCon SG 2013

Pengantar

Setelah Wibowo bercerita mengenai Google Summer of Code kali ini kita berjumpa dengan Isman Firmansyah. Isman merupakan seorang programmer di perusahaan startup. Tanpa basa-basi mari segera kita mulai wawancara dengan Isman.

Wawancara

Halo Isman, salam kenal. Sebelumnya bisa cerita sedikit soal kamu?

Halo, salam kenal juga :)

Sekarang ini saya tinggal di kota Bekasi karena kebetulan saya kerja di sebuah startup lokal yang berbasis di sana.

Sebagai programmer, tentunya di siang hari saya berkutat dengan sourcecode, entah itu membuat program atau cuma riset dan belajar. Malam hari dan weekend, saya total berhenti dari dunia programming. Lebih banyak menghabiskan waktu dengan membaca buku dan belajar hal lain yang tidak ada kaitannya dengan kerjaan :)

Wah, bisa cerita sedikit soal startup lokal kamu?

Namanya Beautiplan, sebuah social commerce untuk beauty enthusiast. Long term goals-nya membuat sebuah platform yang didalamnya ada fitur ecommerce, social network, dan lainnya.

Menarik juga nih, hal apa aja sih yang kamu maksud ini: 'tidak ada kaitannya dengan kerjaan'?

Hehe, sekedar hobi di musik dan "recycling" barang-barang bekas saja sih.

Saya lihat di situs python.or.id sudah ada foto kamu di kopdar tahun 2011. Sudah lama dong kenal Python?

Oh ngga, masih baru kok. Pertama kali pakai Python mulai dari tahun 2010, jadi masih belum lama juga. Tadinya saya pakai Python cuma buat develop plugin sebuah text editor untuk mempercepat workflow saja, tapi akhirnya malah "ketagihan" buat hal-hal yang lebih serius.

Oh ya, dengar-dengar barusan dari PyCon SG nih. Cerita dong bagaimana bisa sampai ke sana?

Awalnya sih dapat link dari sebuah tweet. Saya iseng-iseng mengunjungi situsnya dan ternyata ada invitation buat startup. Saya langsung tanya ke perusahaan tempat saya kerja, ada endorsement buat pergi ke PyCon ngga (tentunya sambil memperlihatkan link di website PyCon SG). Singkat cerita, perusahaan mengirim proposal untuk ikut berpartisipasi di PyCon SG lewat jalur startup booth. Ternyata proposal dari perusahaan diterima, dan akhirnya saya dapat endorsement untuk pergi ke PyCon SG.

Ada cerita seru apa aja selama di sana?

Saya bagi jadi 2 poin penting ya :)

  1. Sharing knowledge/tips-n-trik
  2. Ada hal-hal baru yang saya dapatkan di PyCon SG. Yang paling berkesan buat saya sendiri, misalnya bagaimana membuat recommendation engine menggunakan pandas. Serunya si authornya sendiri -- Wes McKinney -- yang sharing soal ini. Terus ada sesi tentang Graphite, atau bagaimana menggunakan SocketIO untuk membuat aplikasi web yang "real-time". Untuk detil tiap sesinya, bisa dilihat video-video PyCon SG di Youtube. Sebagian lagi, hal-hal yang sebetulnya saya dapat dari komunitas Python ID sendiri. Jadi komunitas kita pun gak kalah kerennya dengan komunitas Python di luar sana.
  3. Networking
  4. Ada beberapa programmer Python yang sengaja datang dari luar Singapore. Mulai dari Malaysia, Jepang, Amerika, dan Indonesia tentunya. Berkenalan dengan pihak organizer PyCon SG sendiri, menurut saya cukup penting juga. Siapa tahu nanti kita perlu studi banding dengan mereka dan bisa punya PyCon ID sendiri ;) Oh ya, saya sempat berbicara dengan 2 co-founder http://www.dashsell.com/ (sebuah startup di Singapore), yang ternyata mereka itu mahasiswa asal Indonesia. Mereka sharing bagaimana bootstrapping startup dalam hitungan minggu dengan memanfaatkan Python. Saya tetap contact mereka dan siapa tahu kalau mereka lagi di Indonesia, bisa kita undang ke meetup Python ID untuk sharing pengalaman mereka.

Wah keren juga dong berarti komunitas Python ID. Memang kamu dapat (dan kontribusi) apa saja di komunitas Python ID? Punya ide/saran buat komunitas ini?

Well, sejak ikut kopdar tahun 2011, saya kenal dan belajar dari beberapa Pythonista ID. Mereka sharing hal-hal yang belum saya ketahui sebelumnya atau yang lagi "hot" di dunia Python. Kalau dilihat di GitHub pun, sebenarnya banyak orang-orang kita yang memberi kontribusi ke project open source. Ada yang jadi committer di RQ, yang aktif di komunitas Django/Flask/Pyramid, dan masih banyak lagi.

Saran saya untuk sekarang, kita gather more and more interactions dulu antara sesama pengguna Python di Indonesia. Kopdar yang rutin dilakukan per 2 bulan, milis, dan feed sudah membantu banyak soal ini. Oh ya, mungkin kita perlu (terus) sosialisasikan channel IRC #python-id (Freenode) untuk real-time interaction :)

Oh ya video sesi kamu bisa dilihat kan? URL?

Hehe, video yang lightning talk maksudnya?

Ngga ada yang special soal lightning talk saya karena intinya cuma pitching dan menjelaskan tech stack yang digunakan di tempat saya kerja. Lagipula, itu pertama kali saya bicara di depan publik, jadi harap maklum ya :)

Kalau penasaran, bisa dilihat di youtube.

Sehari-hari pakai Python untuk apa saja?

Saya menggunakan Python untuk membuat web application, backend service, dan script CLI.

Ada library favorit?

Untuk standard library, saya suka bereksplorasi dengan itertools, functools, dan collections.

Favorite 3rd-party library? Kurang yakin juga sih soalnya sering gonta-gonta library sesuai dengan kebutuhan atau usecase. Tapi belakangan ini saya banyak menggunakan SQLAlchemy, Flask, dan Gevent.

Punya tips bagaimana cara belajar Python? Atau cara kamu belajar bagaimana?

Ada kebiasaan sehari-hari yang saya lakukan ketika belajar programming:

  • baca blog tentang Python (kebanyakan link-nya dari Reddit, Twitter, dan newsletter)
  • nongkrong di IRC channel untuk menyimak/bertanya tentang programming
  • stalking trending repo di GitHub
  • nonton video tutor/conference tentang programming

Tapi yang paling penting sih, sempatkan waktu untuk "berlatih". Inspirasi bisa datang dari project open source.

Pertanyaan terakhir: akun twitter dan github

twitter @iromli; github iromli.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar